Tuesday, April 14, 2026

Arsitektur dan Activity

 



Arsitektur Android terdiri dari beberapa lapisan (layer) komponen yang saling bekerja sama untuk mendukung kebutuhan berbagai perangkat Android. Sistem Android dibangun di atas kernel Linux open-source, serta dilengkapi dengan berbagai library C/C++ yang diakses melalui application framework.

Di dalam arsitektur ini, Linux Kernel berperan sebagai inti sistem operasi (mengatur hardware, memori, proses, dll), sedangkan Android Runtime (termasuk Dalvik Virtual Machine/DVM atau ART) menyediakan lingkungan untuk menjalankan aplikasi Android.

1. Applications (Aplikasi)

Lapisan paling atas adalah aplikasi yang langsung digunakan oleh pengguna.

Contohnya:

  • Aplikasi bawaan (Contacts, SMS, Camera)
  • Aplikasi pihak ketiga (WhatsApp, Instagram, dll)

Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa seperti Java atau Kotlin dan berjalan di atas Android Runtime.

2. Application Framework

Lapisan ini menyediakan berbagai layanan (services) yang dapat digunakan oleh aplikasi.

Beberapa komponen penting:

  • Activity Manager → mengatur siklus hidup aplikasi
  • Window Manager → mengatur tampilan layar
  • Content Provider → berbagi data antar aplikasi
  • Resource Manager → mengelola resource (layout, string, dll)

Framework ini memudahkan developer karena tidak perlu mengakses hardware secara langsung.

3. Android Runtime

Lapisan ini bertanggung jawab untuk menjalankan aplikasi Android.

Terdiri dari:

  • Core Libraries → menyediakan fungsi dasar seperti struktur data, utilitas, dll
  • Dalvik Virtual Machine (DVM) atau ART (Android Runtime) → menjalankan bytecode aplikasi Android

Setiap aplikasi berjalan dalam proses terpisah untuk keamanan dan stabilitas.

4. Platform Libraries (Native Libraries)

Berisi kumpulan library berbasis C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen Android.

Contohnya:

  • SQLite → database
  • WebKit → engine browser
  • OpenGL → grafis
  • Media Framework → audio & video

Library ini memberikan performa tinggi untuk fungsi-fungsi penting.

Ada beberapa komponen dasar yang diperlukan dalam sebuah aplikasi Android. Komponen-komponen ini bersifat loosely coupled (tidak saling bergantung secara ketat) dan dihubungkan oleh file manifest aplikasi (AndroidManifest.xml), yang berisi deskripsi setiap komponen serta bagaimana mereka saling berinteraksi.

File manifest juga memuat berbagai informasi penting seperti:

  • Metadata aplikasi
  • Konfigurasi perangkat keras (hardware)
  • Kebutuhan platform (versi Android)
  • Library eksternal yang digunakan
  • Izin (permissions) yang diperlukan aplikasi

5. Linux Kernel

Lapisan paling bawah yang menjadi inti dari sistem operasi Android.

Fungsinya:

  • Manajemen memori
  • Manajemen proses
  • Driver perangkat (kamera, audio, display, dll)
  • Keamanan sistem

Kernel Linux memastikan komunikasi antara hardware dan software berjalan dengan baik.

Adapun komponen utama dalam sebuah aplikasi Android adalah sebagai berikut:

1. Activities
2. Services
3. Content Providers
4. Broadcast Receivers
5. Intents
6. Widgets
7. Notifications

Referensi


Latihan



Pengisian Form



Absensi





Arsitektur dan Activity

  https://drive.google.com/file/d/1lQkyhKE2GbdvSykcKh41aYusgKu6cii-/view?usp=drive_link Arsitektur Android terdiri dari beberapa lapisan (la...